Minggu, 21 November 2010

Penderita Lupus Butuh Dukungan Anda

TRIBUNNEWS.COM - Menurut data statistik, penderita lupus ditemukan pada wanita usia 20 – 40 tahun (90%). Prevalensinya 36 (per 100.000 orang) untuk wanita eropa, 90 untuk wanita Asia, 200-500 orang untuk wanita Afro-Karibia. Penyakit ini jarang dijumpai pada orang Afrika di Afrika. Walaupun lupus bisa berhubungan dengan infeksi, namun etiologinya bukanlah infeksi, tapi gangguan autoimun, jadi penyakit ini bukan penyakit menular.

Penderita lupus (odapus) perlu pengobatan yang lama, tergantung dari tingkat keparahan dan organ yang sudah terkenal gangguan. Bila dilakukan deteksi dini penyakit lupus maka penanganan bisa lebih efektif, apalagi bila didukung pengobatan yang disiplin dan kontrol teratur pada dokter yang menanganinya, biasanya adalah dokter ahli penyakit dalam sub rheumatologi. Kadangkala, odapus mengalami masa-masa dimana gejalanya muncul dan ini menimbulkan ketidaknyamanan pada odapus. Karena akan terjadi rasa tidak enak badan secara menyeluruh, (kadang) demam, nyeri sendi, kelelahan, dan kadang disertai vertigo. Bila terdapat ruam (gambaran merah-merah) di kulit seperti gambaran kupu-kupu, maka hal ini dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri, apalagi kebanyakan odapus adalah wanita.



Maka, perlu dukungan penuh dari keluarga untuk mengembalikan semangat odapus agar tidak kendor dan tetap percaya diri. Dukungan dari keluarga itu diberikan dalam banyak bentuk, baik itu pengobatannya, aktivitas sehari-hari dan dukungan psikis atau dorongan mental. Apalagi sebagian besar odapus adalah wanita, maka butuh banyak pengertian dari orang-orang terdekat. Dan pengobatan odapus ini bisa berlangsung lama, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Walau begitu, anga harapan hidup cukup besar yaitu 95%. Kematian biasanya timbul bila ada gangguan menyeluruh pada organ-organ ginjal, sistemik dan jantung.

Selain dukungan penuh keluarga, odapus juga memerlukan dukungan dari sahabat-sahabat dan teman yang bukan keluarga. Maka dari itu, odapus punya komunitas yang memungkinkan mereka bisa saling memberi dukungan satu sama lain. Dengan saling share tentang sakit yang dideritanya pada odapus lain, maka diharapkan mereka bisa saling tukar pengalaman dan yang lebih penting adalah rasa solidaritas dan saling memberi semangat di antara mereka agar mampu selalu kuat dan tetap bersemangat menghadapi ujian sakit yang diberikan Allah.

Dan pada masyarakat diharapkan memberi dukungan pula pada odapus. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu odapus agar tetap aktif menjalankan kegiatan dan pekerjaan sehai-hari. Yang penting dibutuhkan adalah pengertian pada odapus. Bahwa odapus adakalanya mengalami penurunan aktivitas terutama bila gejalanya sedang aktif, sehingga aktivitasnya juga harus menyesuaikan. Selain itu, dibutuhkan juga pengertian dalam hal pengobatan, agar mampu diusahakan pengobatan yang mudah, terjangkau dan efektif bagi odapus.
Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar